Bluetooth merupakan salah satu
teknologi kuno yang masih tetap dipakai hingga saat ini. Bluetooth sendiri
merupakan teknologi yang menggantikan teknologi infrared yang terbilang cukup
repot ketika menggunakannya. Pengertian lebih lengkap dari teknologi wireless
yang digunakan untuk melakukan transfer data jarak pendek dengan menggunakan
transmisi radio (2400-2480 MHz). Bluetooth mampu menciptakan
sebuah Personal Area Network (PAN) yang memiliki tingkat keamanan
tinggi melalui sebuah perangkat mobile. Teknologi Bluetooth ini
pertama kali diciptakan oleh Ericsson pada tahun 1994. Awalnya Bluetooth
digunakan sebagai alternatif pengganti salah satu konektor kabel. Namun,
akhirnya teknologi Bluetooth lebih berkembang kerena kemampuannya untuk
terkoneksi pada beberapa perangkat sekaligus
Sejarah
Bluetooth
Pembuatan bluetooth
dipromotori oleh 5 perusahaan telekomunikasi besar, yaitu Ericson, IBM, Intel,
Nokia dan Toshiba. Mereka membentuk Special Interest Group (ISG) yang
meluncurkan proyek ini. Pada Juli 1999, dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0
mulai diluncurkan. Pada Desember 1999, dimulai lagi pembuatan dokumen
spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru, yaitu 3com,
Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola.
Saat ini lebih dari 1800 perusahaan diberbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorium yang mengadopsi teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini dimiliki oleh group promotor, tetapi diharapkan akan menjadi sebuah standar dunia
Saat ini lebih dari 1800 perusahaan diberbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorium yang mengadopsi teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini dimiliki oleh group promotor, tetapi diharapkan akan menjadi sebuah standar dunia
Asal Nama Bluetooth
Nama
bluetooth berasal dari nama raja pada abad kesepuluh yaitu Harald Blatand. Di
Inggris, ia dijuluki Harald Bluetooth karena (kemungkinan) memang giginya yang
berwarna gelap. Ia adalah seorang Raja Denmark yang berhasil menyatukan
suku-suku yang sebelumnya terpecah dan perang, termasuk suku dari wilayah yang
sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania, tempat teknologi
bluetooth ini ditemukan, juga merupakan daerah kekuasaannya. Kemampuan Raja
Harald sebagai pemersaru juga mirip dengab teknologi bluetooth sekarang yang
bisa menghubungkan berbagai peralatan, seperti komputer dengan handphone.
A.
Fungsi Bluetooth
1. Mengirim dan Menerima Data/File
Seperti
yang kita ketahui, fungsi utama dari bluetooth adalah untuk mengirim dan
menerima sejumlah data atau file. Dengan menggunakan bluetooth Anda dapat
mengirim file berupa dokumen, gambar, lagu dan data lainnya melalui antar
handphone, handphone ke komputer atau sebaliknya tanpa harus memasang kabel
data.
Cara
mengirimnya sangatlah mudah, Anda aktifkan bluetooth pada masing-masing
perangkat, kemudian Anda tinggal cari perangkat bluetooth yang tersedia dan
lalu Anda menghubungkannya. Setelah terhubung Anda bebas untuk saling bertukar
file atau data antara perangkat tersebut.
2. Audio Bluetooth Handsfree dan Headphone
Salah
satu fungsi bluetooth lainnya adalah bluetooth bisa digunakan untuk handsfree
dan headphone. Dengab adanya bluetooth Anda tak perlu repot lagi
menghubungkannya dengan menggunakan media kabel. Dengan adanya fitur ini, Anda
bisa komunikasi dan mendengarkan lagu dengan mudah dan simpel.
3. Penggunaan Keyboard dan Mouse Wireless
Saat
ini telah beredar luas perangkat keyboard dan mouse tanpa kabel. Dalam
menghubungkan kedua perangkat tersebut media penghubungnya menggunakan
bluetooth. Dengan berkembangnya mouse dan keyboard wireless maka semakin
memudahkan kita bekerja dalam menggunakan komputer tanpa harus repot mengatur
kabel.
4. Mencetak dokumen dengan wireless printer
Selain
keyboard dan mouse wireless, sekarang juga telah banyak beredar wireless
printer. Hanya dengan mengaktifkan bluetooth, kita telah bisa mencetak dokumen
atau file yang kita inginkan.
Dengan
adanya perangkat wireless printer, maka semakin memudahkan dan efisiensi waktu
dalam bekerja. Kita tak perlu lagi repor-repot memasang kabel ketika akan
mencetak dokumen.
5. Digunakan sebagai modem
Fungsi
lainnya dari bluetooth adalah dapat dijadikan sebagai modem. Hal ini sangat
cocok bagi Anda yang hobi mengakses sosial media, chatting atau hanya sekedar
browsing di internet. Anda cukup setting pada komputer, maka Anda bisa
terhubung dengan internet melalui media bluetooth.
B.
Kelebihan dan Kekurangan Bluetooth
1. Kelebihan dari bluetooth antara lain :
Ø Bluetooth dapat menembus tembok meskipun jarak
transmisinya hanya 10 meter saja.
Ø Bluetooth adalah perangkat nirkabel yang dalam bekerja
tidak membutuhkan kabel.
Ø Bluetooth dapat mengintegrasikan data base yang ada pada
hape dengan komputer.
Ø Bluetooth dapat juga dijadikan sebagai modem
2. Kekurangan dari Bluetooth antara lain :
Ø Menggunakan gelombang frekuensi yang sama dengan
gelombang LAN standar.
Ø Banyak mekanisme keamanan dalam bluetooth yang mesti
diperhatikan untuk mencegah kegagalan dalam pengiriman data.
Ø Banyaknya bluetooth yang aktif dalam suatu ruangan,
menyulitkan dalan menemukan bluetooth penerima file.
Ø Banyak virus yang dapat disebarkan melalui jaringan
bluetooth.
C.
Pengunaan
Bluetooth
Saat ini, Bluetooth tidak
digunakan hanya sebagai media pengiriman data. Beberapa perangkat seperti
speaker, jam tangan, TV, game console, PC, dan lainnya menggunakan
teknologi ini sebagai salah satu fitur utamanya untuk terkoneksi dengan
perangkat smartphone. Fungsi Bluetooth yang paling sering kita pakai adalah
A2DP (Advanced Audio Distribution Profile). Teknologi ini memungkinkan
penyeluruh data audio high quality (stereo ataumono) melalui koneksi
Bluetooth. A2DP didesain untuk menghantarkan uni-directional sreaming
audio dengan kualitas steaming audio dan kualitas stereo 2-channel dari
sebuah MP3 Player ke sebuah headset atau audio mobil.
Penggunaan teknologi ini
mendukung streaming audio dengan format MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, AAC dan ATRAC
serta beberapa codec lainnya. Sekedar info, A2DP menjadi salah satu teknologi
yang paling banyak di pakai saat ini.
D. Perkembangan Versi Bluetooth
Bluetooth yang kita kenal
saat ini memang memiliki banyak versi. Versi awal yang muncul adalah v1.0 dan
v1.0B. Versi awal ini mengalami kegagalan karena perangkat dan teknologi yang
belum begitu banyak digunakan.
1. Bluetooth Versi 1.1 dan 1.2
Bluetooth v1.1 menunjukan
perbaikan dengan disahkan sebagai standar IEEE Standerd 802.15.1-2002, Versi
ini juga masih membawa beberapa kekurangan versi sebelumnya. Akhirnya versi
sukses untuk teknologi wireless ini didapatkan pada v1.2. Versi ini memiliki
kompatibilitas dengan teknologi sebelumnya dengan kecepatan 721 kbit/s.
Perkembangan tidak berhenti sampai di situ, Bluetooth v2.0 + EDR diperkenalkan
pada tahun 2004. Versi ini menggunakan teknologi Enhanced Data
Rate (EDR) untuk transfer data yang lebih cepat. EDR mendukung kecepatan
transfer data hingga 3 Mbit/s, meskipun pada prakteknya kecepatan yang ada
hanya 2,1 Mbit/s.
2. Versi 2.1 + EDR
Tiga tahun setelah
peluncuran v2.0 + EDR. Bluetooth SIG mengumumkan Bluetooth v2.1 + EDR yang
mendukung penuh kompabilitas terhadap versi sebelumnya. Pada versi ini
diperkenalkan teknologi Secure Simple Pairing (SSP) yang meningkatkan
kemampuan pengirim dan penerima sinyal antar perangkat. Versi 2.1 juga memperkenalkan
fitur Extended Inquiry Response (EIR) yang memberikan lebih banyak
informasi sebelum melakukan pairing pada perangkat lain. Teknologi ini
memungkinkan penyaringan yang lebih baik sehingga dapat menghemat penggunaan
daya.
3. Versi 3.0 + HS
Bluetooth v3.0 + HS
diperkenalkan pada 21 April 2009 yang menyediakan kecepatan hingga 24 Mbit/s.
Pada versi ini link Bluetooth hanya digunakan untuk pairing dan
pembentukan jalur akses data, sementara pengiriman dan penerimaan data
menggunakan link wireless 802.11 (sama seperti Wi-Fi). Fitur baru dan utama
dari versi ini adalah Alternate MAC/PHY (AMP) yang memberikan dukungan link
802.11 untuk transfer data yang lebih cepat. “HS” pada versi ini merupaka
singkatan dari High Speed melalui penggunaan link 802.11.
4. Versi 4.0
Teknologi dengan
penggunaan daya yang rendah menjadi salah satu bahasa utama pada tahun
selanjutnya. Bluetooth Low Energy (BLE) adalah hasil yang didapat dan
akhirnya melahirkan Bluetooth v4.0. Konsumsi daya yang kecil, waktu pemakaian
yang lebih lama, biaya produksi yang rendah, jangkauan yang lebih besar serta
kecepatan transfer hingga 1 Mbit/s menjadi ke unggulan Bluetooth v4.0 ini. BLE
tidak digunakan pada semua perangkat oleh karna itu Bluetooth V4.0 menggunakan
teknologi Dual Mode, yaitu mengaktifkan dua tipe wireless. Koneksi wireless
Bluetooth Classic yang masih banyak digunakan pada perangkat yang ada dan BLE
sebagai standar baru penggunaan koneksi wireless. [IRW]
E.
Cara Kerja Bluetooth
Sistem bluetooth terdiri dari sebuah
radio transceiver, baseband link Management dan Control, Baseband
(processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan voice
codec. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke
baseband processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan
aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup,
autentikasi dan konfigurasi.
Bluetooth merupakan chip radio yang dimasukkan ke dalam
komputer, printer, handphone dan peralatan lainnya. Chip bluetooth ini
dirancang untuk menggantikan kabel. Informasi yang biasanya dibawa oleh kabel
dengan Bluetooth ditransmisikan pada frekuensi tertentu kemudian diterima oleh
chip Bluetooth kemudian informasi tersebut diterima oleh komputer, handphone
dan peralatan lainnya.
Gambar:Proses distribusi aliran data dari antena sampai host
pada teknologi bluetooth
Tiga buah lapisan fisik yang sangat penting dalam protokol
arsitektur Bluetooth ini adalah :
1.
Bluetooth
radio, adalah
lapisan terendah dari spesifikasi Bluetooth. Lapisan ini mendefinisikan
persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada
frekuensi 2,4 GHz ISM.
2.
Baseband, lapisan yang memungkinkan hubungan
Radio Frequency (RF) terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Sistem RF dari bluetooth ini menggunakan
frekuensi-hopping-spread spectrum yang mengirimkan data dalam bentuk paket pada
time slot dan frekuensi yang telah ditentukan, lapisan ini melakukan prosedur
pemeriksaan dan paging untuk sinkronisasi transmisi frekuensi hopping dan clock
dari perangkat bluetooth yang berbeda.
3.
LMP (Link Manager Protocol), bertanggung jawab terhadap link
set-up antar perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek security seperti
autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan
ukuran paket dari lapis baseband.
Sistem Bluetooth bekerja pada
frekuensi 2.402GHz - 2.480GHz, dengan 79 kanal RF yang masing-masing mempunyai
spasi kanal selebar 1 MHz, menggunakan sistem TDD (Time-Division Duplex). Secara global alokasi frekuensi
bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi
secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda. Penggunaan
spektrum frekuensi 2.4 GHz secara global belum diatur.
Ada beberapa teknologi yang
menggunakan spectrum ini diantaranya Komunikasi Radio Frequency, seperti
HomeRF (sebuah spesifikasi untuk komunikasi RF dalam lingkungan perumahan);
kemudian IEEE 802.11 untuk spesifikasi dari teknologi Wireless LAN, dan Oven
microwave. karena spektrum frekuensi ini belum dilisensikan, maka banyak
teknologi yang menggunakannya, sehingga radio interferensi sangat memungkinkan
untuk terjadi. Oleh karena itu persyaratan dan pengalamatan mutlak diperlukan
bagi teknologi yang menggunakan spektrum 2.4 GHz ini. Komunikasi bluetooth
didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini
dan mengurangi interferensi RF.
Semuanya itu akan terjadi karena bluetooth beroperasi menggunakan level energi
yang rendah.
H.
Proses
Koneksi Antar Bluetooth
`Di sini kita akan jelaskan
langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan teknologi Bluetooth,
kita tidak menjabarkan langkah per langkah cara penggunaan Bluetooth pada PC,
karena begitu banyak device-device seperti headset, laptop, mobile phone, PDA,
game konsol, mobile scanner, adapter, mouse dan keyboard, printer, digital pen,
dan lain-lain tetap akan selalu terkoneksi ke PC. Yang akan kita jelaskan di
sini adalah Bluetooth dengan software dari Widcomm.
1.
Instalasi
Sebuah perangkat dengan tambahan
Bluetooth (tidak satu paket) biasanya harus dilakukan instalasi untuk driver
dan software kontrolnya atau utility. Operating system dari Microsoft tidak
menggunakan teknologi Bluetooth sebagai standar perangkat yang di-support, jadi
Anda membutuhkan driver dari manufaktur. Lakukanlah instalasi seperti biasa.
2.
Mencari Sinyal
Setelah melakukan instalasi, Anda
akan melihat icon Bluetooth pada sys tray windows. Jika anda mengklik icon tsb,
maka akan terbuka My Bluetooth Places. Lalu pada windows Bluetooth
Tasks anda pilih View device in Range dengan mengaktifkan dahulu
device Bluetooth Anda yang lain. Selanjutnya PC akan mencari device yang
mengaktifkan sinyal Bluetooth dalam radius daya jangkaunya.
3.
Menentukan Service
Dengan mengklik kanan pada device
yang ditemukan, akan keluar menu Explorer, Open, Connect Network Access,
Connect Generic Serial, Discover Available Service, Unpair Device, Paste,
dan Properties. Pilihlah Discover Available Service, eksplorer akan
menampilkan service yang dapat diberikan oleh device tersebut, beda device maka
berbeda jenis service-nya.
4.
Mengoneksikan Device
Untuk mengoneksikan dua device
Bluetooth dengan aman, Anda harus mengaktifkan Secure Connection dari
icon tray Bluetooth pada menu Advanced Configuration, Local Services,
pilih Properties pada aplikasi yang akan digunakan. Lalu beri tanda
centang (?) pada box Secure Connection. Begitu juga pada Client
Application. Selanjutnya saat terkoneksi, Anda akan diminta memasukkan 4
PIN yang merupakan password.
5.
Penggunaan Service
Anda dapat mengklik kanan pada icon
tray Bluetooth, lalu pilih Quick Connect dan kini ada 9 service standar
yang dapat anda gunakan, antara lain Business Card Exchange, Bluetooth
Serial Port, Dial-up Networking, Fax, File Transfer, PIM Synchronization,
Network Access, Headset, dan Audio Gateway. Anda tinggal memilih
service mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan.
I.
Teknologi Terbaru Bluetooth
Penggunaan perangkat gadget
tidak lepas dari kebiasaan kita untuk mengisi ulang baterai perangkat tersebut.
Seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa dari
perangkat gadget
tersebut telah dijejali dengan fungsi yang lebih pintar, namun sayangnya hal
itu terkadang tidak diimbangi dengan kemampuan baterai yang menjadi komponen
penting dari sebuah gadget.
Perusahaan bernama Ossia
Inc. ingin memecahkan masalah
tersebut dengan mengembangkan teknologi dan cara baru bagi para pengguna gadget, entah itu smartphone, tablet, kamera
digital, laptop
dan perangkat elektronik lainnya agar baterainya bisa diisi ulang secara
nirkabel.
Bukankah teknologi wireless charging
sudah ada? Ya, tapi ini berbeda. Jika dengan teknologi wireless charger yang
sudah ada kita perlu meletakan perangkat di atas permukaan khusus, maka dengan
teknologi yang dinamakan Cota ini — selanjutnya mereka sebut dengan Ossia Cota–
para pengguna dapat mengisi ulang baterai perangkat mereka dari jarak 30 kaki
atau 9,14 meter dengan bantuan spektrum WiFi atau Bluetooth.
Singkatnya, setiap perangkat yang memiliki komponen
baterai isi ulang hanya perlu menempelkan sebuah sirkuit mungil yang memiliki chip untuk menerima
‘sinyal pengisi baterai’ yang disalurkan melalui spektrum WiFi atau Bluetooth
tadi.
Dengan demikian pengguna tidak lagi harus tersambung pada
colokan listrik apalagi direpotkan dengan kabel charger yang berseliweran, pengguna bahkan
bisa tetap menggunakan gadgetnya seperti biasa sementara proses isi ulang
baterai tengah berlangsung.
Ossia Cota Charging Chip,
modul penerima yang ditempelkan pada setiap gadget. Sumber: AndroidAuthority.
Ada dua komponen utama yang digunakan untuk bisa
melakukan hal ini, sebuah charger
model baru besutan Ossia Inc. yang dapat mengirimkan catu daya melalui sinyal
nirkabel, dan komponen lainnya adalah sebuah modul chip penerima yang ditempelkan pada perangkat
gadget yang
digunakan.
Charger
tersebut juga bisa memberikan daya pada beberapa buah gadget dalam waktu yang
bersamaan asalkan setiap perangkat ditempeli dengan modul chip penerima tadi.
Pihak Ossia Inc. akan melinsensikan desain manufaktur
teknologi Cota miliknya agar setiap produsen gadget
bisa mengimplementasikan teknologi ini pada setiap produknya. Teknologi ini
memang belum tersedia di pasaran tapi dengan teknologi ini nantinya para
pengguna gadget tidak
lagi harus berhubungan dengan colokan listrik dan kabel saat ingin mengisi
ulang baterai pada perangkat tersebut.

ConversionConversion EmoticonEmoticon